Pages

Senin, 27 Mei 2013

Tentang Laser Skin Rejuvenation

Kulit mulus dan indah tanpa cela merupakan suatu berkah bagi wanita yang memilikinya. Namun kebanyakan wanita memiliki masalah tertentu pada kulit wajahnya akibat banyak faktor seperti kerutan halus, bekas jerawat, atau bekas luka akibat hal lain.

Ketika masih bayi, kulit masih terasa lembut, halus, dan mulus yang diperoleh secara alami. Begitu beranjak dewasa, biasanya kulit mulai mengalami sejumlah kerusakan. Namun kerusakan kulit yang masih dalam tahap awal biasanya tak akan begitu sulit diatasi. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan.

Salah satunya menggunakan teknik laser rejuvenation non ablative, yakni prosedur laser yang bertujuan untuk meremajakan sel-sel kulit. Kerutan halus pada wajah juga dapat diatasi dengan teknologi laser Erbium Glass. Termasuk menghilangkan parut bekas jerawat atau cacar ringan hingga sedang, pori-pori besar, tekstur kulit kasar, serta mengurangi masalah pigmentasi akibat paparan sinar ultraviolet dan bertambahnya usia, tanpa menimbulkan luka pada kulit bagian atas (epidermis).

Lalu bagaimana cara kerja laser ini? Yakni menembakkan sinar laser yang akan nantinya menimbulkan perlukaan di lapisan dermis kulit tanpa melukai lapisan luar (epidermis) kulit. Sehingga terjadi proses "healing " pada lapisan  dermis, yang mengakibatkan bertambahnya  produksi kolagen dan fibroblast  dengan cepat. Prosedur ini hanya memerlukan waktu sekitar 3-15 menit, tergantung luasnya area.

Beberapa orang akan merasa sedikit nyeri seperti digigit semut saat melakukan proses ini. Namun rasa nyeri tadi dapat diatasi dengan pemberian krim anestesi topikal sekitar 60 menit sebelum tindakan. Selebihnya, tak diperlukan lagi obat-obatan penghilang rasa sakit.

Efek setelah tindakan ini, kulit yang semula kendur dan keriput akan menjadi kenyal dan kencang kembali. Pori-pori besar atau bekas luka akibat jerawat pun akan tampak merata dan  halus. Bah­kan, stretchmark akan tampak lebih samar jika diproses dengan tindakan ini. Sebab area tembakan laser dapat di lakukan pada wajah, leher, dada, perut atau paha (stretchmarks ), tangan, dan lainnya.

Kendati demikian, laser skin rejuvination juga memiliki kelebihan dan kekurangannya. Untuk menghilangkan stretchmark , kerut halus, pori besar, atau acne scar, dibutuhkan terapi remodelling collagen , sehingga hasilnya bisa dirasakan dengan hanya sekali terapi. Untuk hasil maksimal memang dibutuhkan lebih dari sekali terapi.

Akan tetapi, laser skin rejuvenation kurang bermanfaat­ untuk terapi flek hitam/hiperpigmentasi lantaran target tembakan lasernya bukan di lapisan atas (epidermis) kulit. Harga perawatan jenis ini juga terbilang relatif tak terlalu mahal, dengan hasil yang dapat bertahan hingga beberapa bulan atau tahun sesuai dengan kondisi kulit dan gaya hidup.

Lantas, apa efek samping yang mungkin timbul setelah melakukan prosedur ini? Nyaris tak ada! Setelah tindakan biasanya akan muncul kemerahan pada kulit, namun akan menghilang dengan sendirinya. Pada proses healing atau penyembuhan pasca laser, akan timbul kemerahan dan kering sekitar 1-2 hari, lalu kulit mati akan lepas sekitar hari ke 5-7. Setelah hari ke 10, hasilnya mulai terlihat, kulit lebih cerah dan bercahaya. Bisa saja terjadi lecet dan hiperpigmentasi pasca inflamasi yang bersifat sementara, namun biasanya akan berangsur menghilang dengan pemakaian krim perawatan.

Sebenarnya, prosedur laser skin rejuvenation tak memerlukan waktu penyembuhan sehingga si pengguna dapat langsung beraktivitas kembali seperti biasa. Sesudah melakukan tindakan laser ini yang biasanya dilakukan adalah memakai krim anti-iritasi ringan berupa cooling essence untuk meredakan efek kemerahan pada wajah. Jangan lupa mengoleskan krim tabir surya untuk meminimalkan efek hiperpigmentasi paska inflamasi.

Setelah kulit kem­bali normal, sebaiknya harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat agar kulit bertahan lembut dan kenyal.

0 komentar:

Posting Komentar